PERADABAN MANUSIA KANCEL
MENJADI HARIMAU
Hakikat dari
manusia seutuhnya adalah makhluk yang mempunyai akal, jasmani, serta
rohani. Tuhan mengaruniakan akal kepada manusia supaya manusia dapat berpikir
dan menggunakan akalnya untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi diri
sendiri maupun banyak orang. Melalui jasmaninya manusia dituntut untuk
menggunakan fisik atau jasmaninya melakukan sesuatu yang sesuai dengan
fungsinya dan tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
Dan melalui rohaninya manusia dituntut untuk senantiasa dapat mengolah
rohaninya yaitu dengan cara beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan yang
dianutnya.
Didunia ini
hanya ada dua jenis manusia, yang pertama adalah manusia yang beradab, dan yang
kedua adalah manusia yang biadab. Lalu apa makna dari manusia yang beradab?.
Dan apa yang menjadi tolak ukur manusia itu dikatan beradab atau biadab?.
Pertama,
beradab diambil dari kata adab yang berarti akhlak atau kesopanan dan kehalusan
budi pekerti. Manusia dikatakan beradab ketika ia mempunyai
akhlak mulia, yang memiliki kesopanan dan
kehalusan budi pekerti. Sedangkan manusia
yang tidak mempunyai akhlak mulia, yang
tidak memiliki kesopanan dan tidak halus
budi pekertinya, maka kita akan menyebut manusia tersebut biadab. Yang
menjadi tolak ukur manusia tersebut beradab atau biadab adalah norma. Seseorang
dengan segala sikap dan tindak- tanduknya, jika sesuai dengan norma yang
berlaku dalam masyarakat, negara, serta norma ketuhanan maka dapat dikatakan
bahwa manusia itu merupakan manusia yang beradab. Begitupun sebaliknya.
Menurut
Newel Le Roy Sim, Jika mengacu pada perbedaan manusia antara yang beradab dan
biadab (manusia yang berbudaya), maka peradaban dapat pula berarti tahapan yang
tingi pada skala evolusi. Karakteristik utama melekat pada perbedaan
tingkat intelektual, perasaan keindahan,
penguasaan teknologi, dan tingkat spiritual yang dimilikinya.
Antara
manusia dan peradaban mempunyai hubungan yang sangat erat. Peradaban timbul
karena ada yang menciptakannya yaitu diantaranya manusia yang melaksanakan
peradaban tersebut. Peradaban mempunyai wujud, tahapan dan dapat berevolusi
atau berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Dari peradaban pula dapat
mengakibatkan suatu perubahan pada kehidupan sosial.
Tahapan
peradaban dan evolusi budaya menurut Alvin Tofler dalam bukunya “The Third
Wave“ terjadi dalam 3 (tiga) gelombang, yaitu : Gelombang Pertama
yakni terjadi pada masa-masa tradisional, dimana tekhnologi masih belum
ditemukan. Gelombang kedua adalah tahap peradaban industri.
Gelombang ketiga adalah tahapan evolusi budaya
yang lebih modern dan serba canggih
atau dapat juga disebut sebagai tahap
peradaban informasi (mencerminkan kondisi saat ini).
nah seperti yang saya posting ini seutuhnya cuman hakikat teknologi yang semakin canggih yaitu editan foto menggunakan adobe photoshop.....
hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha makasih


Tidak ada komentar:
Posting Komentar